CATAT MIKRO-Itinerari Nikah

Dedikasi;

*buat  ustazahku,  Sufiah  Zuriah di  Sabak Bernam, moga Allah memberkahi pernikahan kalian.

*pada  sahabatku, Mohd Zakwan, pelajar Jamiah Iman, Yemen yang  baru  bernikah  beberapa hari di bumi Hikmah ini. Moga  keberkahan dan kebaikan melalui pernikahan sahabat.

*Tak lupa, untuk  2 anak saudaraku yang memilih untuk bernikah dengan pasangan  masing-masing seawal usia belasan tahun-Moga Allah memberi hidayah pada anda dan zuriat anda.

*Maafkan aku-aku tidak berpeluang menghadiri hari gemilang dan bersejarah kalian-

Setelah  hari  ini,  ku  bangun  dalam  status  baru,  kelmarin,  adalah  musim  kebujanganku  telah  beristirehat  panjang.  Bukanku  mengucapkan  selamat  tinggal  alam  lajangku.  Bangkit  pada  subuh  tadi  sebagai  seorang  suami,  yang  setelah  kembalinya  dari masjid,  ada  juadah  tanpa  dipesan  telah  tersedia  di  ruang  tamu.

Ketika  ada  di  hadapanku,  dia-hiasan  dunia  merekah  senyumnya,  isyaratnya  yang  seolah  berkata-kata,  “jangan  risau,  sayang,  kita  akan  mendepani  hari-hari  mendatang  dengan  rahmat  Tuhan“,  ada  matanya  yang  selalu  mengusap  aman  jiwaku  sepersisnya  mahu  menuturkan  “Ku  kan  disampingmu  selalu,  kehidupan  yang  akan  kita  lalui  tidakkan  semanis  yang  kita  mudah  impikan“.  Kepatuhannya  yang  sepertinya  memberitahuku,  “bukankah  kemuliaanku,  kemuliaanmu  jua,  jangan  bimbang,  ku kan  di sisimu  selalu  agar  tidak  tercemar  kemuliaan  ini

Dialah  wanita  yang  bernama  isteri,  betapa  hari  ini  kami  telah  mendirikan  satu  sistem  sosial  yang  tercarta  pada  unit-unit  terkecil  sebuah  negara.  Hari  di  mana  kami  akan  memasuki  silibus  sarkal  sebuah  ikatan.  Ikatan  sesuai  sunnah  Rasulullah  S.a.w.  Hari  di  mana,  kami akan  mengkuliahkan  cinta  yang  sebenar  di  sisi  Allah.  Ibadah  yang  memberi  nilai  pahala.  Sungguh,  hari  ini  kami  akan  saling  menyatu  dalam  dua  roh  yang  rukunnya;  mawaddah  wa  rahmah.  Kami  akan  berlabuh  di  situ;  pelabuhan  mawaddah dan  rahmah.

Hari  dimana,  kami  semakin  menginsafi  diri  sebagai  khalifah  Allah  di  muka  bumi-betapa  sesudah  lafaz  “Aku  terima  nikahnya”  adalah  amanah  yang  bukan  sekadar  “lafaz’.  Sungguh,  hari  ini  adalah  hari  di  mana  cinta-cinta itu  bertasbih,  bertahmid  dan  bertakbir.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: