Puisi di Senandung orang seBumbung-

Sayang,

malam terlalu  tua

untuk  kita beracah  tentang  cinta

Sayang

malam  juga sudah  terlalu  rentan

untuk  kita  bercanda  tentang kisah-kisah  langka

atau  mengimbas  fantasia bulan  madu  kita yang  senja  usianya-

Sayang,

hiburkan  dirimu  dengan  senandung  malam

moga  bahagia  malammu  dengan  istirehat yang memuaskan

Sayang

aku  memang  memahami pekerjaanmu

di  kamar  kita – engkau  selalu  menyibukkan  diri  dengan menyingkir  penat-

Biar aku  sendiri  hanya kau  tenungi  durjaku-lantas  senyummu seperti terpaksa-lalu  kau ucapkan tiga  kalimah yang  menjemukanku-“Selamat  malam  sayang-

Biarku berlaga  dengan mandiri  sendiri-kerana paginya engkau tidak  mampu  mengatur  sarapan sendiri-malah engkau  selalu menjinakkanku  dengan dua  perkataan bahasa asing yang  mencuakkanku-“Goodbye, dear-

Biarku menelan ketabahan sendiri-sebab sekembali  dari  pejabat-tasmu kadangkala dihempas  merata-mencerca  pada  semburan  kata  yang  malasku  ambil  kira-sambil  bilaku  mengajak  untuk  bersemuka-jawabmu  selamba-“that’s  ok, darling-biasalah kerja!

Sayang,

tidak  mengapa  andai  engkau  menjadikan  diriku                    sebagai      pelayan  kehidupan  yang  roboh-

kerana  malam sudah  terlalu  uzur untuk  kita

membuka topik  cinta-


  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: